setelah menunggu beberapa hari, akhirnya aku berhasil nonton Laskar pelangi. bukan rencana yang mudah. Planning udah aku buat untuk nonton di hari pertama, tapi hasilnya nihil..., aku malah seharian di depan komputer, sibuk dengan kerjaan yang numpuk. Hari kedua,ketiga, dan keempat sama aja...hingga akhirnya di hari kelima aku punya cukup waktu untuk menyaksikan anak- anak belitong beraksi di layar lebar.
hari kelima..., yah, itu berarti tanggal 30 september karena premiernya tanggal 25. meski punya banyak waktu di tanggal 30 perjuanganku tuk nonton laskar pelangi juga terbilang ga mudah, karena rencana-rencana yang udah kubuat harus terpatahkan dengan kerjaan yag tak terduga. Rencana aku mau nonton jam 1 tapi malah molor sampai setengah empat. bukan karena ga dapat tiket atau harus ngantri berjam -jam, tapi aku baru nyadar ternyata besok ntu (baca: tanggal 1) dah lebaran. jadilah sepanjang pagi sampek siang aku bermain- main dengan debu, alias bedah rumah, alias bersih bersih, yah... paling ga biar tamu tamu yang bakal dateng kerumah besok ga pada ngegosipin kolor aku yang di bawa tikus ke belakang pintu, atau bersin -bersin karena mencium bantal aku yang dah setaon ga kejemur.
berkali - kali mataku coba mengintip jarum jam yang ternyata ga mau kompromi untuk berhenti menungguku, sampai akhirnya aku tertidur di sofa padahal kerjaan belum selasai. Tapi beruntung sofa itu ga menghianatiku karena aku segera terbangun, dan melanjutkan perjuanganku mengusir debu- debu di kamarku yang ternyata udah sama dengan daki.
jam 13.30 akhirnya selesai juga. aku langsung meluncur ke kamar mandi dan baru selesai jam 14.00. berarti hampir 30 menit aku habiskan waktu di kamar mandi. maklum waktu ntu aku memang belum kena air dari pagi, dan isi perut juga belum kukeluarkan, jadi menurutku wajar kalau sampai selama itu.
karena aku bukan tipe cowok metro, jadi ga butuh waktu lama kuhabiskan tuk berpakaian. Aku langsung berangkat ke sebuah plaza, dan aku dah pastikan mau nonton jam 15.30. Sepanjang perjalanan ga hentinya mataku memastikan kalau jam 15.30 itu masih lama, tapi ternyata aku terlambat lima menit sampai di plaza ntu. Aku berjalan cepat laeknya atlet olimpiade yang siap meraih medali emas. Tapi ternyata perjuangan belum selesai. kira - kira 2o meter lagi nyampek ke theater, eh ada mbak- mbak SPG(baca:sales promotion girl) yang nyodorin brosur. Karena jiwa keingintahuanku yang cukup besar akhirnya kuraih tuh brosur. tapi mbak SPG itu malah mempertahankannya, seolah dia ga mau kehilangan benda berharga miliknya.
Tiba - tiba dia menggenggam tanganku, ouw... romantis sekali. tapi bukan itu, dia mengoleskan cream berwarna putih di tanganku. " bang boleh minta waktunya sebentar, kami ada promosi produk baru", dia merayuku untuk ikut bersamanya, seperti anak kecil yang meronta minta di belikan mainan. " ak uk ak...., maaf mbak aku buru- buru neh", aku menolak dengan lembut sambil ngelongok ke theater yang udah hampir di tutup. "sebentar aja bang, ga lama kok", rayunya sambil menarik tanganku ikut dengannya. aku tak berdaya. dia berhasil membuatku luluh.
SPG itu mendudukkan aku di sebuah kursi, sambil dia ambil cream yang tadi sempat di oleskan di tanganku sebagian. "kami punya produk pembersih kulit baru neh bang", dia mulai berhotbah dengan kata - kata maut yang sewaktu waktu bisa saja menjeratku." coba bandingkan sekarang tangan yang kanan dan yang kiri", dia coba buktikan bahwa produknya benar- benar hebat, hingga bisa mengangkat daki di tanganku dengan sempurna. tak lama kemudian mbak SPG itu mulai mengoleskan cream putihnya itu ke seluruh wajahku. tapi belum selesai dia membersihkannya, tiba- tiba saja ada sesuatu di balik celanaku yang bergetar dengan hebatnya. aku mulai ga konsentrasi dengan apa yang di katakan mbak spg itu. ku rogoh kedalam celanaku dan kudapatkan benda yang bergetar itu dengan susah payah." halo...", terdengar suara dari telpon selulerku." Rud coba telp ke kantor........". thanks God, telpon tadi benar- benar menyelamatkan aku dari mbak- mbak SPG tadi. dia segera membersihkan cream di wajahku. " jadi ambil produk yang mana ni bang", dia coba menawarkannya lagi, tapi aku langsung ngacir takut tertinggal lebih jauh dengan Laskar pelangi.
"huhh..., akhirnya aku bisa melarikan diri dari Mbak2 SPG itu,untung tadi ada telpon, kalo ga aku bisa di tahan lebih lama,"pikirku penuh haru saat itu, seolah aku terbebas dari hukuman dosen karena ga mengerjakan tugas.
"mbak, theater 4 satu ya mbak," sambil ku sodorkan uang pecahan 5o rebu kepada mbak2 penjaga karcis. Eh mbaknya malah bengong."theater 4 satu mbak," sekali lagi aku merengek minta karcis satu lembar sama mbak penjaga karcis.
" berapa mas, satu?" akhirnya dia mengerti bahasaku. hampir saja aku menggunakan bahasa patung.
"maaf mas, kalau satu ga ada kembaliannya".
"kyaaaaaaaaaaaaa", triakku dalm hati.
"please, mbak satu aja", kembali aku merengek minta di kasih karcis satu lembar aja.
"ga ada kembalinnya mas", ulangnya dengan nada sinis dan jutek.
aku langsung kabur sambil menggerutu dalam hati.
"kalau saja aku liat bosnya, langsung aku laporkan dia, biar di pecat di tempat", pikirku dengan jahat saat itu karena sudah ga sabar bergabung dengan laskar pelangi.
hari ini aku benar2 bertemu dengan 2 orang mbak2 yang aneh.
akhirnya uang 5o rebu itu aku belikan poca** S***t. setelah itu baru aku balik lagi ke mbak jutek penjaga karcis.
begitu sampai di dalam bioskop, aku sudah terlambat 15 menit. ga tau deh awal ceritanya gimana. tapi aku sempat mesam mesem sendiri waktu mahar nyanyi bunga seroja di iringi penari2 latar yang luar biasa terlatih. aku juga sempat menyeka air mataku saat lintang harus meninggalkan teman - temanya sebelum sekolahnya usai.
***------****-----****----
keluar dari plaza, rencana seh shopping di R*****na, eh begitu nyampek sono trus aku buka dompet, ternyata aku lupa bawa uang. alhasil aku cuma beli sendal doank.
keluar dari ntu plaza, busyet dah ujan deras. untung supir aku(baca : supir angkot) cepat datangnya, jadi aku ga harus berbasah- basah dan mesra- mesraan sama air ujan.
tapi memang malang aku saat itu, begitu sampai di kotaku tercinta, meski ujan udah reda tapi banjir seperti datang mengejekku.
aku ikhlas...., karena semua untuk Laskar pelangi.
TamAt
Jumat, 03 Oktober 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
